Banyak orang yang tengah menghadapi kehidupan di zaman sekarang menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari terkait masalah di pekerjaan, jenuhnya disana, bersama pasangan yang mungkin terikut jenuh dan merasa tidak seru lagi kemudian mulai melirik alternatif lainnya. Kemudian “pelarian” sementaranya (yang katanya untuk lepas penat sementara) dengan lari ke sosial media yang dimana terkadang tempat untuk memamerkan kehidupan yang terbaik setiap orang. Padahal kalau di telisik lebih jauh, tidak semua sosmed seperti itu. Dilanjutkan tentang tantangan di keluarga & saudara yang terkadang ada saja. Ssttt, yang tidak kalah pentingnya adalah terkait lingkungan pertemenan yang mesti di maintenance komunikasinya.

Selama perjalanan ini, saya pribadi juga melihat kedepannya, ketika di umur 25 tahun, melihat “potensi” tantangan tersebut (selain hal positif lainnya yang bisa kita lihat), akan ada banyak kejadian yang akan habiskan waktu dan energi apabila tidak dilakukan pencegahan sebelumnya. Contoh saja
- Di keluarga
- Keadaan orangtua yang umur nya semakin naik maka apabila tidak tahu cara maintenance nya maka mereka akan menua dan rentan sakit. Potensi sakitnya pun tidak main-main bisa ke rumah sakit, kalau tidak ditanggung BPJS bisa saja saja pakai jalur umum yang bianya banyak sekali
- Emosi orang tua yang ingin selau di dengar karena kurangnya pergaulan, akhirnya tidka terasa terciptalah ego didalamnya yang kadang membuat di sisi anak sedikit kesal (tetapi kalau anak yang bersyukur, itu adalah sharing untuk menambah sudut pandang lainnya, terkait dinamika kehidupan)
- Pasangan
- Emosi, kejadian unik, ego, manajemen keuangan dan sejenisnya
- Pekerjaan
- Atasan,staf, atau rekan kerja
- Apabila berbinis maka keadaan pasar, stok, supplier, partner yang perlu kita perhatikan dan tingkatkan ke arah bersama, yang lebih baik 10X
- Kesehatan pribadi
- Semakin naiknya umur, lemah akan bertambah dan keadaan tubuh apabila tidak dimaintenance “tubuh sewaan” di dunia ini akan menjadi sakit. Yup, kita tidka memiliki tubuh ini, melainkan kita sewa yang mesti kita “bayar” dengan kebiasaan baik yang dilakukan tiap hari
- Dan hal hal lainnya
Karena itu lah, selain dari sisi tantangan, Banyaak sekali sisi positif dari bidang bidang diatas. Kemudian untuk “memudahkan” dalam menghadapi tantang tersebut, dalam pencarian solusi, menemukan lah mentor dan teknik Hipnosis yang bisa kita pelajari dan pakai dalama kehidupan sehari-hari. Hipnosis bukanlah gambaran seperti yang di tv tv atau film terkenal yang sekali tepuk orang akan mengikuti semua arahan yang kita inginkan. Hipnosis seperti itu memang bisa dilakukan, tapi sangat sangat tidak mudah. Justru ada yang paling mudah yakni menghipnosis diri sendiri.
Hipnosis diri sendiri, ini bisa kamu bayangkan untuk mengatur diri sediri supaya tidak resisten dengan hal wajib yang mesti kita lakukan untuk mendapatkan result yang lebih besar kedepannya dan atau menghadapai tantangan seperti yang disampaikan sebelumnya. Sebenarnya ini mirip seperti afirmasi, tetapi berbeda sedikit, ada langkah-langkahnya. Intinya apabila kita lagi down, kita bisa mendengerkan suara yang sudah kita rekam (ini yang paling efektif) atau minimal bergumam dengan teknik tertentu, ia akan membuat kita makin semangat dengan yang kita lakukan.
Usecase nya banyak sekali, ini berdasarkan aku dan teman-teman komunitas praktekan :
- Ketika tengah cape dan mesti mengisi acara atau sejenisnya, kita bisa dengerkan rekaman yang sudah kita siapkan
- Apabila terjadi di bisnis penurunan yang signifikan, kita bisa membuat diri kita semakin semangat (bukannya down) dan melahirkan banyak ide bersama tim utk mengoptimalkan apa yang kurang (perlu diperhatikan, energi itu menular, apalagi kita sebagai pimpinan energi skor wajib di atas 600)
- Apabila pasangan sedang M, beeeh hidup di hari itu rasanya ikut ikutan sensitif, sebagai pasangan kita bisa tenangkan dia dengan halus + menenangkan diri sendiri
- Saat berdiskusi dengan orang tua, kita bisa set mental kita, sehingga pembicaraan semakin seru
- dan bank hal lainnya.

Leave a comment