Dalam era revolusi digital, kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar alat bantu tambahan, tetapi kini menjadi mesin utama dalam mengakselerasi bisnis. Itulah benang merah dari sesi sharing inspiratif yang dilakukan bersama komunitas TDA (Tangan Di Atas). Banyak insight luar biasa yang lahir dari para pelaku usaha, praktisi, dan pemimpin organisasi yang sudah mulai berselancar bersama AI. Berikut adalah rangkuman poin-poin pentingnya:




🚀 1. Penghasilan Bisa 3x Lipat Jika Adaptif terhadap AI

Menurut narasumber Maulana, bisnis yang mampu beradaptasi dengan AI berpotensi melipatgandakan penghasilan hingga 3 kali lipat. Bagaimana tidak? AI mampu menganalisis data, mengotomatisasi layanan pelanggan, bahkan membantu membuat strategi bisnis secara real-time.

Contohnya:

Foto makanan bisa dianalisis oleh AI untuk mengetahui cara memasaknya.

AI bisa dilatih sebagai trainer karyawan baru, menggantikan sistem mentoring manual.

Kuncinya? Data. Semakin kaya data yang dimasukkan ke sistem, semakin cerdas AI bekerja.

烙 2. AI untuk HR & Customer Service: Cerdas, Cepat, dan Personal

AI dapat membantu banyak hal yang dulu memerlukan sentuhan manusia:

Chat CS menggunakan AI: Respon cepat 24 jam, dengan empati dan solusi yang relevan.

Baca karakter karyawan sebelum rekrutmen: AI dapat membantu screening berdasarkan rekam jejak, gaya komunikasi, dan potensi konflik.

Pengingat otomatis untuk SDM: Misalnya, karyawan yang belum absen atau lupa laporan akan diingatkan langsung oleh sistem berbasis WhatsApp.

Menurut Maulana, ini sama seperti transformasi ojek pangkalan menjadi Gojek. Yang lambat beradaptasi akan tertinggal.

 3. Strategi Branding 3 Pilar: Personal, Produk, dan Korporat

Branding di era AI bukan hanya soal tampilan, tapi bagaimana pesan kita konsisten di semua lini:

Personal Branding: Seorang founder atau pimpinan bisa mengajarkan AI untuk meniru gaya bicaranya, lalu AI menyebarkan kontennya secara konsisten.

Produk Branding: AI bisa bantu buat caption, video pendek, hingga menjawab pertanyaan pelanggan tentang produk.

Corporate Branding: Narasi dan visi perusahaan bisa diajarkan ke AI sebagai panduan komunikasi resmi.

 4 Kaki Keseimbangan Bisnis: Fondasi Sukses Masa Depan

Maulana juga menegaskan, bisnis modern perlu berdiri di atas empat kaki utama:

1. Cost Rendah

2. Omset Tinggi

3. Kepuasan Pelanggan

4. Kinerja SDM Tinggi

AI menjadi jembatan untuk mewujudkan keempatnya secara efisien.

易 4. AI & Mental Gen-Z: Tantangan dan Solusi

Pak Robby mengangkat sisi psikologis: Gen-Z sering merasa “pusing”, terpapar informasi dan tekanan sosial digital. Peran orang tua dan pemimpin adalah:

Melatih anak muda dengan pendekatan linguistik skill (kemampuan berbicara & berpikir logis).

Mengenalkan mereka pada AI sebagai alat kreatif, bukan pelarian.

Menyelaraskan AI dan game sebagai media pembelajaran dan menyalurkan adrenalin & dopamin secara sehat.

 5. Contoh Implementasi dari Fu & Tim: Dari HR Hingga TikTok AI

Minta AI untuk menyusun strategi bisnis bulanan.

AI jadi asisten malam hari di WhatsApp, menjawab pertanyaan pelanggan.

Terintegrasi dengan HRD untuk approval cuti otomatis.

Buka training center di daerah, dan gunakan AI sebagai pelatih online 24 jam.

Optimalkan konten di TikTok, dan ajak karyawan ikut kursus AI kreatif.

Gunakan AI untuk memantau permainan dan interaksi karyawan muda seperti Jayadi agar tetap produktif tapi fun.

吝 Kata Kunci Sukses: “Berselancar”

Pakai istilah ini sebagai filosofi: AI bukan untuk ditakuti, tapi untuk dinaiki seperti ombak. Berselancar bersama AI berarti kita terus belajar, menyesuaikan diri, dan menikmati kecepatan perubahan dengan kontrol yang stabil.

 Penutup: AI Bukan Pengganti, Tapi Perpanjangan Tangan

Seperti kata Maulana, “Kecerdasan itu adalah alat bantu. Di HP kita, sudah ada AI. Tinggal kita mau manfaatkan atau tidak.” Ke depan, hanya ada dua pilihan: bertransformasi atau tergilas.

Sudah saatnya kita bukan hanya “pakai” AI, tapi berpartner dengannya dalam mengembangkan bisnis, membangun tim, dan mewujudkan impian bersama.

Leave a comment

Quote of the week

“Tugas kecil akan memakan waktu seharian jika kita izinkan. Tapi target besar dengan deadline? Ia memaksa fokus, kecepatan, dan pertumbuhanmu”

~ Parkinson’s Law