📍 Jakarta – Acara BCA Good Life
Ada pertemuan yang sekilas tampak biasa, tapi ternyata penuh makna. Di undang dan bertemu langsung dan berdiskusi selama dua jam bersama Pak Armand Hartono—putra dari Pak Budi Hartono, pemilik Grup Djarum—bukan hanya kehormatan, tapi juga kesempatan langka untuk belajar langsung dari pemimpin yang berjalan di antara dunia nilai lama dan visi masa depan.

🧬 Dalam percakapan kami, Pak Armand banyak membahas tentang legacy. Ia percaya bahwa membangun kekayaan sejati bukan hanya soal uang, tapi tentang mewariskan nilai. “Kalau generasi berikutnya tidak mencintai visi yang kamu bangun, maka itu akan mati bersamamu,” ucapnya. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menanamkan cinta, bukan sekadar kontrol.

💼 Tak hanya soal keluarga dan nilai, beliau juga menekankan pentingnya mengelola tim dan kesehatan tubuh. “Kalau badan kamu ngambek, semua mimpi jadi percuma,” katanya dengan senyum bijak. Ia percaya bahwa energi seorang pemimpin harus dijaga layaknya aset utama perusahaan. Tanpa fisik yang kuat, pemikiran strategis pun tidak bisa maksimal.

🔥 Salah satu hal paling membekas adalah ketika beliau membahas tentang krisis. “Di balik setiap krisis, ada peluang besar. Tapi hanya bisa dilihat oleh mereka yang tidak panik,” katanya. Dari sini saya belajar bahwa mentalitas tenang dan analitis dalam badai adalah kunci untuk menangkap peluang yang tidak terlihat oleh orang lain.

🌱 Dua jam itu terasa seperti masterclass. Bukan hanya karena isi pembicaraannya, tapi karena cara beliau menyampaikan: rendah hati, penuh empati, dan berbasis pengalaman nyata. Saya pulang dengan satu tekad: bukan hanya ingin membangun bisnis besar, tapi juga warisan yang dicintai oleh generasi berikutnya—dengan tubuh yang sehat, tim yang solid, dan mata tajam yang melihat peluang dalam badai.


Leave a comment

Quote of the week

“Tugas kecil akan memakan waktu seharian jika kita izinkan. Tapi target besar dengan deadline? Ia memaksa fokus, kecepatan, dan pertumbuhanmu”

~ Parkinson’s Law